All About Laravel + Cara Instalasi Menggunakan XAMPP & Composer

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh😉

Postingan kali ini akan membahas tentang sedikit seluk beluk Laravel. Sedikit penjelasan tentang apa itu framework, pasti yang masih awam sedikit-sedikit tahu tentang kata ini (saya juga masih newbie kok hehe 😂). 

Framework (kerangka kerja) adalah kumpulan fungsi yang dapat memudahkan programmer agar tidak membuat fungsi dari awal lagi (biasa disebut dengan library). Jadi, programmer hanya perlu memanggil fungsi-fungsinya saja. Cara mudah ingatnya adalah framework adalah sebuah software untuk para programmer untuk membuat aplikasi webMacam-macam framework ada beberapa yang saya tahu, seperti Symfony, CodeIgniter, CakePHP, Zend, dan Yii. Namun, sekarang kita akan berfokus pada Laravel saja. Laravel ini diciptakan oleh Taylor Otwell di bawah lisensi MIT yang diperuntukkan untuk pengembangan aplikasi berbasis web dengan konsep MVC (Model, View, Controller). Laravel ini tergolong baru, tetapi komunitas penggunannya sudah banyak.

Logo Laravel


Lalu, apa itu MVC? Secara singkatnya bisa dijelaskan begini :
  • M (Model) = biasanya berisi data yang akan diolah
  • V (View) = mudahnya bisa disebut dengan interface untuk memudahkan pengguna untuk membaca. Kalau di web berarti halaman web ya
  • C (Controller) = menangani interaksi pengguna yang menghubungkan antara model dan view.
Back to Laravel...

Dari beberapa sumber yang saya temukan, Laravel memiliki keistimewaan tersendiri dan lebih nyaman untuk para developers. Kode yang lebih singkat (tidak rumit), understandable, dan ekspresif. Di bawah ini beberapa kelebihan yang bisa kita dapatkan dari menggunakan Laravel, yaitu :
  • Laravel mengabstraksi fitur-fitur native PHP sehingga kita tidak perlu bekerja berkali-kali untuk membangun library.
  • Terjaminnya keamanan dari aplikasi yang kita kembangkan. Jika adapun, Laravel akan bisa kita update ke versi terbarunya.
  • Berkualitas bagus (dapat menjadi "fondasi" aplikasi yang kuat)
  • Multideveloper? Sangat bisa. Jadi dapat memudahkan tugas developer satu dengan yang lain. Teamwork semakin baik tentunya dan tidak rumit
  • Mempunyai kemampuan menjalankan dua sistem atau lebih untuk bekerja secara harmonis.
  • Tidak perlu mengurusi hal-hal dasar PHP karena semua abstraksi bisa dilakukan dengan framework ini. Jadi, kita bisa hemat waktu.
  • Code-nya sangat readable sehingga mudah dipahami.
Lalu, bagaimana cara instalasinya? Cara instalasinya kali ini menggunakan XAMPP (web server) dan Composer (dependent management untuk mengunduh library yang dibutuhkan nanti). Kita unduh terlebih dahulu XAMPP dan Composer. Tautan unduh ada di bawah ini :


Oke, setelah diunduh semua langsung saja ke tahap yang pertama.


Install XAMPP


Langsung klik next




Dari bawaan sudah di-checklist semua. Jadi, langsung klik next lagi ya 



Di sini saya menempatkan lokasi install XAMPP di folder C:/xampp. Setelah itu klik next



Lalu, tunggu proses installing-nya hingga selesai



Daan taraaa! Tekan finish jika telah selesai.


      Langkah selanjutnya adalah install Composer.

Install Composer


Untuk kotak Developer mode, disarankan tidak di-checklist agar nanti bisa di-uninstall sewaktu-waktu (jika ingin di-uninstall). Lalu klik next



Klik next lagi



Tidak perlu di-checklist, langsung klik next



Klik Install lalu tunggu hingga proses install selesai



Klik next lagi



Dan finish! Proses Install Composer telah selesai!

Jika ingin mengecek apakah Composer benar-benar sudah tersimpan, bisa kita cek menggunakan Command Prompt. Bisa di cari menggunakan Windows atau tekan logo Windows dan huruf R (Windows + R  di keyboard). Lalu klik OK. Setelah itu ketik composer -v dan tekan enter.

    

     Jika sudah ter-install, maka muncul logo Composer seperti di bawah ini.



       Ketikkan : composer create-project laravel/laravel contoh_laravel --prefer-dist seperti gambar di bawah ini di Command Prompt untuk meng-install Laravel. Lalu tekan enter.


Nah, lalu tunggu hingga proses install Laravel selesai. Cukup memakan waktu karena banyak yang harus di unduh 😅 jadi harus sabar ya. Oya, pastikan juga jaringan internet stabil dan kencang agar bisa membantu mempercepat proses unduhnya.


Nah, setelah selesai proses install, kita bisa mengecek dimana kita menyimpan Laravel tersebut. Disini saya menyimpan di C:/xampp/htdocs, jadi langsung ketik saja cd C:/xampp/htdocs/contoh_laravel lalu tekan enter. Lalu, muncul tulisan C:\xampp\htdocs\contoh_laravel> dan ketikkan dir untuk mengetahui directory Laravel di C seperti gambar di atas.

Lalu ketik php artisan serve untuk membukanya seperti di bawah ini.


Buka browser, ketik "localhost:8000" (alamat default) dan tekan enter. Jika muncul halaman seperti ini, maka install Laravel telah berhasil dan bisa digunakan 😀


Nah, selesai postingan kali ini tentang Laravel dan cara instalasinya. Bagaimana? Mudah atau sulit? Semoga mudah ya hehehe

Semoga bermanfaat, ya, buat para pembaca. Tunggu postingan selanjutnya!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh 😊







Komentar